News Bekasi Reborn. co.id

Aktual, Tajam & Terpercaya

PT. Suzuki Indomobil Gunakan IMEI Hp Untul Cegah Penyebaran Covid-19 Masuk Lingkungan Pabrik

2 min read
News Bekasi Reborn. co.id PT. Suzuki Indomobil Gunakan IMEI Hp Untul Cegah Penyebaran Covid-19 Masuk Lingkungan Pabrik

News Bekasi Reborn.co.id – BEKASI – PT. Suzuki Indomobil menggunakan imei telepon seluler (Handphone) seluruh karyawan guna memastikan tidak ada penyebaran covid-19 masuk lingkungan pabrik.

Hal itu diungkapkan oleh Nur Aziz, salah seorang karyawan PT. Suzuki Indomobil yang sedang mengurus akta kelahiran di kantin pemda Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat. Usai mengambil foto selfie dirinya dengan wartawan News Bekasi Reborn untuk dikirimkan ke HRD PT. Suzuki. Rabu, (16/09).

Dikisahkan oleh Nur Aziz, bahwa pasca adanya paparan Covid-19 di PT. Suzuki Tambun. Seluruh karyawan di SWAB Test dan melakukan karantina mandiri di rumah masing-masing. Bagi yang tinggal di perumahan Grama Puri kelurahan Wanasari, karantina bisa mencapai 30 hari. Karena disinyalir Virus Covid-19 yang masuk ke pabrik PT. Suzuki berasal dari karyawan yang tinggal di Perumahan Grama Puri.

Aziz, panggilan akrab Nur Aziz yang tinggal di Perumahan Papan Indah, Desa Mangun Jaya. Menceritakan bahwa selama dikarantina, warga perumahan Papan Indah memberikan makanan yang dibutuhkan. Begitupun dengan Koperasi karyawan PT. Suzuki memberikan bantuan sembako dan makanan ringan.

“Alhamdulillah, hasil swab test dirinya dan anggota keluarga, negative. Jadi saya langsung lapor Pak RT dengan menunjukan hasil swab test.” Ujar Aziz.

“Kasihan anak saya, gk bisa main keluar rumah selama karantina.” Tambah Aziz yang memiliki 4 orang anak ini.

Selesai menjalani masa karantina, semua karyawan kembali bekerja dengan peraturan yang lebih ketat. Selain dari harus menggunakan masker, cek suhu tubuh bahkan tidak boleh keluar Jabodetabek dengan pengecekan melalui IMEI Telepon Seluler.

“Dan jika keluar rumah seperti ini, saya harus memberitahukan ke management serta berfoto bersama dengan orang yang saya temui.” Ujar Aziz.

Bahkan saat cek suhu tubuh saat mau masuk pabrik, menunjukan suhu diatas 37 derajat. Langsung disarankan ke klinik untuk beristirahat. Apabila setelah sekian waktu di cek suhu tubuh masih 37 derajat celcius, langsung diperiksa. Apabila ada gejala demam atau indikasi Covid-19, seperti hidung tersumbat, tenggorokan gatal-gatal dan lain-lain. Langsung di Swab Test di RS. Awal Bros.

Disadari oleh Aziz, apa yang dilakukan perusahaannya adalah upaya melindungi dirinya dan karyawan lain agar tidak terpapar Covid-19. Dan dirinyapun berharap agar wabah Covid-19 dapat segera berlalu dari Kabupaten Bekasi dan seluruh Indonesia.

Diinformasikan oleh Wartawan News Bekasi Reborn, bahwa mengurus Akta Kelahiran sudah tidak perlu ke Pemda. Bisa dari rumah saja, langsung cetak, dengan menggunakan website esiak.bekasikab.go.id.

Tidak lupa, wartawan NBR memberikan link youtube yang menginformasikan bahwa produk catatan sipil selain E-KTP dan KIA, sudah dapat di cetak dirumah masing-masing. (hrly)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eighteen + seventeen =