News Bekasi Reborn

Aktual, Tajam & Terpercaya

Paska Penyegelan Bank Sampah, Pol PP Kab Bekasi Dipanggil Polisi.. Ada Apa Sebenarnya??

2 min read
News Bekasi Reborn Paska Penyegelan Bank Sampah, Pol PP Kab Bekasi Dipanggil Polisi.. Ada Apa Sebenarnya??

newsbekasireborn.co.id || BEKASI _ CIKARANG BARAT _ Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi akhirnya menyegel Bank Sampah Benteng Kreasi milik Ratu Sampah Wildayanti di Desa Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi yang diduga tidak memiliki izin mendirikan bangunan dan izin-izin lainnya yang berlaku di Kabupaten Bekasi.

Penyegelan kepada Bank Sampah Benteng Kreasi yang didirikan oleh PT Indonesia Waste Management yang dilakukan pada hari Kamis, 17 Maret 2022 pukul 09.30 WIB oleh Satpol PP Kabupaten Bekasi disaksikan oleh masyarakat sekitar, beberapa ormas dan LSM di Desa Kalijaya sebagai sosial control, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi yang diduga tidak memiliki izin mendirikan bangunan dan izin-izin lainnya yang berlaku di Kabupaten Bekasi.

PT. Indonesia Waste Management merupakan anak perusahan dari PT. XAVIERA GLOBAL SYNERGY yang selaku mengaku dan menggadang-gadang mendapatkan izin dan dukungan serta memiliki MoU dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dibawah pendampingan atau pengawasan direktorat jenderal pengelolaan sampah, limbah, bahan berbahaya dan beracun dalam pengelolaan sampah industri berkedok bank sampah.

Setelah pelaksanaan penyegelan, dinas satuan pamong praja Kab. Bekasi dipanggil oleh pihak kepolisian hal ini menjadi catatan yang kemudian menjadi pertanyaan kami, ada apa ini sebenarnya? Dan hal ini berbanding terbalik dengan pernyataan pemilik Bank Sampah Benteng Kreasi Kabupaten Bekasi atau yang sering dipanggil Ratu sampah “Bahwa mereka mendapatkan intimidasi dari satpol pp kab.bekasi”.

Kejadian itu justru kami berasumsi bahwa Wilda atau Ratu sampah lah yang telah melakukan intimidasi kepada Satpol PP untuk tidak melakukan penyegelan karena didalam bangunan ada aktivitas yang kami duga jadi tempat pengelolaan limbah industri yg terkontaminasi B3 yang kemudian ditimbun tidak sesuai denga aturan yang berlaku dan tidak sesuai dengan lesensi bank sampah yang sesungguhnya, serta ada beberapa ormas yang mencoba menghalang-halangi Satpol PP untuk melaksanakan tugasnya, karena mereka membackup perusahaan tersebut.

Kami Gunting pun telah bersurat melaporkan semua kejadian-kejadian yang berkaitan denga lingkungan di Kabupaten Bekasi kepada pemerintah (Ombudsman, KLHK sampai dengan KAPOLRI dan Kejaksaan Agung) dan Kami berharap masyarakat harus bisa lebih jeli melihat situasi dan kondisi lingkungan sekitar khususnya berdirinya bank sampah-bank sampah yang ada di wilayahnya dan berharap pemerintah daerah, provinsi dan pemerintah pusat tegas dalam menjalankan amanah Undang-undang guna melindungi hak masyarakat untuk mendapatkan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yang adil, sehat dan berkelanjutan.

Bahwa diduga adanya kerjasama antara PT. XAVIERA GLOBAL SYNERGY melalui PT. Indonesia Waste Management dengan KLHK merupakan rangkaian dari sanksi administrasi (cleanUp) yang sedang dijalankan PT. FAJAR SURYA WISESA karena sanksi administrasi yang diterima FSW dari tahun 2017 sampai saat ini (2022) tak kunjung selesai.

Kami (GUNTING) akan terus mengawal pelanggaran-pelangaran pencemaran lingkungan yang diduga dilakukan oleh PT. FAJAR SURYA WISESA siapapun dibelakang perusahaan pencemaran kami akan usut sampai ke akar-akarnya.

narasumber: Adrie Charviandi
Ketua Umum Gerakan Untuk Lingkungan (GUNTING)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

thirteen − twelve =