News Bekasi Reborn. co.id

Aktual, Tajam & Terpercaya

Siaran Pers, “DUKUNGAN KEPADA POLRI UNTUK ANTISIPASI TINDAK KRIMINAL USAI PEMBEBASAN NARAPIDANA DALAM KONDISI PANDEMI COVID-19”

2 min read
News Bekasi Reborn. co.id Siaran Pers, "DUKUNGAN KEPADA POLRI UNTUK ANTISIPASI TINDAK KRIMINAL USAI PEMBEBASAN NARAPIDANA DALAM KONDISI PANDEMI COVID-19"

News Bekasi Reborn.Co | Bekasi, Dibebaskannya para narapidana dari Lembaga Pemasyarakatan di tengah pandemi Covid-19 oleh Kementerian Hukum dan HAM menimbulkan kekhawatiran di masyarakat. Meski para narapidana itu dibebaskan melalui program asimilasi dan integrasi, masyarakat khawatir akan meningkatnya kasus kejahatan yang dilakukan oleh para eks warga binaan.Tentu bukan tanpa alasan bila pada akhirnya Kemenkumham mengambil kebijakan tersebut. Tingginya jumlah warga binaan yang mendekam di dalam sel menjadi salah satu faktornya, lantaran dikhawatirkan justru akan menjadi bom waktu penularan Covid-19.

Dengan Keputusan Menkeh Hukum dan HAM bernomor M.HH-19.PK/01.04.04 tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak melalui Asimilasi dan Integrasi dalam rangka Pencegahan Covid-19 yang ditanda tangani Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, SH. dan sesuai keterangan Dirjen Pemasyarakatan mencatat 38.822 narapidana yang telah dibebaskan dari penjara dengan rincian 36.641 narapidana dibebaskan melalui program asimilasi dan sedangkan 2.181 narapidana dibebaskan melalui program integrasi.

Sejumlah kasus kriminal muncul di sejumlah daerah yang diduga dilakukan oleh narapidana asimilasi dan integrasi, seperti pencurian uang dan rokok, telepon genggam, jadi kurir ganja, banyak lagi lainnya termasuk adanya aksi keramaian yang menggangu stabilitas dan keamanan lingkungan, termasuk baru-baru ini terjadi di sekitar bekasi timur, sedangkan dimasa pandemi Corona-19 terdapat larangan ketat dengan diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) termasuk diwilayah Kabupaten Bekasi dan beberapa tindakan kejahatan lainnya yang diduga akibat pembebasan asimilasi dan integrasi tersebut, sehingga Kapolri mengeluarkan telegram agar menjadi perhatian jajarannya termasuk Polres Metro Bekasi Kabupaten agar lebih waspada dalam mengantisipasi resiko bertambahnya tindakan kejahatan dilingkungan Kabupaten Bekasi.

Jendral Kapolri Idham Azis telah menerbitkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1238/IV/OPS.2/2020 tentang antisipasi tindak kriminal usai pembebasan narapidana program asimilasi dan integrasi saat pandemi Corona atau COVID-19 ditandatangani Kabaharkam Polri Komjen Agus Andrianto ditujukan kepada Kasatgaspus, Kasubagsatgaspus, Kaopsda, Kasatgasda, Kaopsres mengedepankan preventif dalam rangka pemeliharan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Oleh karena para narapidana salah satu faktor penyebabnya kesulitan mencari pekerjaan dan dapat berdampak pada aspek sosial, ekonomi dan keamanan. Untuk itu diharapkan agar pemerintah termasuk pemerintah daerah dan instansi terkait, untuk dapat memanfaatkan pelatihan yang pernah diterimanya narapidana agar lebih produktif guna memenuhi kebutuhan hidup seperti pelatihan dan keterampilan bengkel, menjahit, montir dan pelatihan lainnya di balai pelatihan kerja termasuk memperbanyak program padat karya proyek desa sehingga tidak begitu saja lepas dari pengawasan.

Apabila narapidana yang dibebaskan program Asimilasi dan Integrasi melakukan tindak pidana lagi maka terjadi pengulangan tindak pidana jika hal ini terjadi berdasar Pasal 486 sampai dengan Pasal 488 Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP) dapat dikenakan hukuman ditambah 1/3 (sepertiga) dari ancaman pidana maksimal dari tindak pidana yang dilakukannya.

Karena Polri dan Lembaga Pemasyarakatan merupakan bagian dari Sistem Peradilan Pidana Terpadu (SPPT) atau Integrated Criminal Justice System, diharapkan koordinasi dan antisipasi terhadap suatu kebijakan antara Instansi menjadi sangat penting agar tercipta kondisi keamanan dan ketertiban lingkungan namun tetap mengikuti program pemerintah dimasa pandemik Covid-19 ini.

Cikarang, April 2020
Penulis

Ulung Purnama,SH,MH.
Praktisi Hukum & Ketua Forum Advokat Kabupaten Bekasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

7 + twenty =